Darwati A. Gani Dikukuhkan Sebagai Bunda Baca Aceh

BANDA ACEH – Darwati A Gani dikukuhkan sebagai Bunda Baca untuk Aceh tahun 2018. Pengukuhan Bunda Baca yang dilakukan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, berlangsung di Anjong Monmata, Banda Aceh, Senin (19/3).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusar) Aceh, Zulkifli M Ali MPd, mengatakan, kehadiran Bunda Baca di Aceh merupakan yang kedua secara nasional, setelah Bunda Baca di Kalimatan Utara.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menegaskan, dengan kehadiran Bunda Baca hendaknya menjadikan masyarakat Aceh ke depan lebih giat membaca. “Dengan makin banyak membaca, generasi Aceh ke depan akan semakin cerdas (carong),” katanya.

Dikatakan, untuk menghindari hoaks, masyarakat Aceh harus banyak membaca dan sekaligus mencermati isi bacaannya. “Dulu, orang-orang Aceh yang tidak banyak membaca, kalau mereka hanya omong kosong. Dan orang Aceh menyebutkan ok. Haba jih lee that ok. (Bicaranya terlalu banyak hoaks),” kata Irwandi Yusuf yang sambut gerr hadirin.

Karena itu, Gubernur mengharapkan masyarakat Aceh anti hoaks. “Kalau memang yang dibaca berita hoaks, masyarakat Aceh harus bisa memilahnya. Jangan terus menyebar hoaks tersebut,” tegasnya.

Irwandi sendiri mengaku sejak kecil sudah hobbi membaca. “Saya sudah bisa membaca sejak usia empat tahun. Tapi, ketika bersekolah saya kurang berminat membaca buku-buku pelajaran. Buku bacaan saya lebih banyak tentang ilmu falaq (ilmu perbintangan),” katanya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa Bunda Baca yang disandang Darwati A Gani bukan hanya sekadar gelar, sebab Pemerintah Aceh serius menumbuhkan minat dan kesadaran membaca di kalangan masyarakat Aceh. Pemerintah Aceh menetapkan juga tim Pokja yang akan memberikan dukungan teknis dan akademis. Mereka yang masuk tim Pokja di antaranya, Fairus M Nur Ibrahim, Yarmen Dinamika, Azwardi, Barlian AW, Asnawi Kumar, Bustamam Ali, dan Mukhlisuddin Ilyas.

Sementara itu Kepala Dispusar Aceh, Zulkifli M Ali, mengatakan, penyelenggaraan Bunda Baca Aceh yang dilengkapi beberapa kelompok kerja (Pokja) dimaksudkan untuk mengampanyekan minat baca di kalangan masyarakat.

“Selama ini, minat baca masyarakat Aceh masih rendah. Karena itu, kita menginisiasi pembentukan dan pengukuhan Bunda Baca Aceh menuju masyarakat Aceh Carong, sesuai visi dan misi Gubernur Irwandi-Nova,” katanya.

Pada pengukuhan Bunda Baca, selain dihadiri Pustawan Utama, Teuku Samsul Bahri SH dari Perpustakaan Nasional, juga dimeriahkan dengan Nazam Aceh yang dibawakan Grup Seung Samlakoe (Medya Hus), dengan penyerahan bingkisan berupa buku kepada komunitas baca oleh Gubernur Irwandi Yusuf

Sumber : Harian Serambi Indonesia

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *