Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah Merayakan Hari Kunjung Perpustakaan & Launching Pustaka Digital Aceh

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, secara resmi meluncurkan (launching) pustaka digital Aceh yang dinamakan iPustakaAceh, Senin (3/12/2018) malam di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, disaksikan sekitar 1.500 hadirin.

Pustaka digital yang didanai APBA ini merupakan prakarsa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpus) Aceh.

 

Nova menyatakan, mewujudkan masyarakat Aceh yang carong (cerdas) dan meuadab (beradab) merupakan salah satu cita-cita Pemerintah Aceh.

Untuk itu, seluruh rakyat Aceh di semua kawasan, di gampong-gampong, di daerah terpencil wajib mendapatkan bahan bacaan bermutu, sebagaimana yang diperoleh penduduk Aceh yang berada di pusat-pusat perkotaan.

Pemerintah Aceh, menurutnya, terus membangun berbagai prasarana dan sarana perpustakaan, memperbanyak pustaka cetak dan rekam, dan mulai Senin (3/5/2018) malam meluncurkan pustaka digital.

“Saya berharap, ke depan rakyat Aceh dapat menikmati bacaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka melalui teknologi informasi, melalui internet, melalui gadget atau handphone mereka. Rakyat Aceh tidaklah termasuk masyarakat yang gagap teknologi. Sebagian besar rakyat kita sudah melek IT. Oleh karena itu, sudah saatnya Pemerintah Aceh mulai menggalakkan pustaka digital,” kata Nova Iriansyah yang hadir bersama istrinya dan Sekda Aceh, Drs Dermawan MM.

Dengan peluncuran iPustakaAceh itu, kata Plt Gubernur Aceh, maka satu dari sekian banyak tantangan era digital terjawab sudah oleh Dinas Aspus Aceh.

“Semoga aplikasi ini mampu memberikan warna baru bagi masyarakat Aceh dalam memanfaatkan bacaan secara tepat guna dan berhasil guna. Terima kasih kepada Kadis Arpus dan jajarannya yang telah bekerja keras dan telah menghasilkan sesuatu yang kreatif dan inovatif dalam mencerdaskan rakyat Aceh,” ujar Nova.

Sementara itu, Kadis Arpus Aceh, Dr Wildan menyatakan, pelaksanaan pustaka digital itu sebagai bukti kesungguhan Pemerintah Aceh dalam menyelenggarakan pemerintahan berbasis IT, terutama dalam memasuki zaman digital yang ditandai dengan era revolusi industri 4.0.

“Pemerintah Aceh berkeinginan mengubah paradigma perpustakaan tradisional ke arah yang lebih modern. Kita memandang bahwa perpustakaan bukan hanya sebagai tempat koleksi bacaan, melainkan juga sebagai pusat aktivitas masyarakat dan interaksi komunitas literasi,” kata Wildan.

Menurutnya, perpustakaan Aceh saat ini memiliki 259.000 koleksi dan hanya dapat diakses oleh rakyat Aceh yang mungkin datang ke Banda Aceh.

“Tapi ke depan, semua koleksi itu dapat hadir ke hadapan rakyat Aceh (diantar melalui pusling atau via dunia maya). Oleh karena itu, jika selama ini pustaka hanya buka pada hari-hari kerja, ke depan akan dapat diakses selama tujuh hari dan 24 jam,” kata Wildan.

“Pemerintah Aceh berkeinginan mengubah paradigma perpustakaan tradisional ke arah yang lebih modern. Kita memandang bahwa perpustakaan bukan hanya sebagai tempat koleksi bacaan, melainkan juga sebagai pusat aktivitas masyarakat dan interaksi komunitas literasi,” kata Wildan.

Menurutnya, perpustakaan Aceh saat ini memiliki 259.000 koleksi dan hanya dapat diakses oleh rakyat Aceh yang mungkin datang ke Banda Aceh.

“Tapi ke depan, semua koleksi itu dapat hadir ke hadapan rakyat Aceh (diantar melalui pusling atau via dunia maya). Oleh karena itu, jika selama ini pustaka hanya buka pada hari-hari kerja, ke depan akan dapat diakses selama tujuh hari dan 24 jam,” kata Wildan.

Sumber : Serambi News

http://aceh.tribunnews.com/2018/12/04/plt-gubernur-aceh-nova-iriansyah-lauching-pustaka-digital-aceh-diprakarsai-dinas-arpus

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *